Senin, 01 September 2008

Tampil di Bazaar UNDOKAI TOYOTA 2008





Setiap tahun TOYOTA selalu mengadakan hari kebersamaan Keluarga TOYOTA alias UNDOKAI.
Biasanya dilaksanakan di tanah yang lapang. Awal saya masuk Toyota, acara ini diadakan di Lapangan Veldroome rawamangun. Seiring berkembang pesatnya TOYOTA, lapangan veldroome sudah tidak menampung. Tahun berikutnya diadakan di Pancoran, sesekali di Ancol dan dua tahun terakhir ini di lapangan Bumi Perkemahan Cibubur (BPC). Acara dibuat sedemikian rupa sehingga sangat meriah. Antar kelurga karyawan bisa bertemu di sana. Para pedagang bisa berkreasi memamerkan barang dagangannya di sana.


Tahun ini, saya turut ambil bagian, menjadi peserta bazaar. Saya mendapat posisi pojok (hoke) di belakang unit TOYOTA PRIUS yang dipamerkan.
Sebenarnya saya ragu untuk ambil bagian dalam momen ini karena kondisi istri saya sedang hamil tua anak yang ke-3. Tapi justru istri saya yang bersemangat dan meyakinkan saya bahwa dia siap untuk menggelar dagangan di bazaar.
Hari telah tiba, 24 Agustus 2008 pagi-pagi saya berangkat dari karawang dengan sedan tua yang sarat muatan dagangan bazaar. Ruangan yang tersisa hanya jok depan yang sebagian terselip barang dagangan yang mungil-mungil.
Saat pengunjung mulai ramai, waw istri saya tidak sempat lagi istirahat, makan tak sempat sampai pipis pun tak sempat...ternyata pengunjung sangat ramai dan alhamdulillah kami puas meskipun bazaar hanya berlangsung setengah hari.
Setelah acara selesai, wajah istriku terlihat merah, akibat kelelahan dan panasnya cuaca di cibubur. "Say kapok ga?" tanyaku. "Enggak lah senang kok, lakunya banyak..alhamdulillah".

Minggu, 10 Agustus 2008

Bagaimana memulai Bisnis?

Ada banyak pertanyaan tentang bagaimana harus memulai sebuah usaha. Jawabannya pun beraneka. Ada yang harus cari modal dulu, ada yang harus mempelajari pasar, bahkan yang ekstrim ada yang mengatakan modalnya nekad saja! Semuanya tak salah. Sebab, dari mana saja mau mulai berwirausaha, asal punya niat, tekad, ketekunan, keuletan, semangat tak mudah menyerah, pasti akan ada hasil yang dicapai.

Banyak contoh nyata orang yang bermodal nekad bisa jadi pengusaha sukses. Tak sedikit pula pengusaha yang berawal dari persiapan matang akhirnya benar-benar sukses membesarkan usahanya. Salah satu contoh nyata, orang yang berkemauan kuat dan bisa sukses berkat kerja kerasnya yakni Andrie Wongso. Meski dari keluarga miskin, dengan prinsip: "Sukses adalah hak saya" ia mampu menjadi pengusaha sukses hingga kini.

Apa yang dilakukan Andrie Wongso dan banyak pengusaha sukses lain ini bisa diwakili oleh sebuah kalimat bijak yang sudah sering kita dengar, yakni asal ada kemauan, pasti ada jalan, "When there is a will, there is a way." Nah, lantas, jika kita sudah ada kemauan, usaha apa yang bisa ditekuni? Pilihannya sangat beragam. Untuk mengeksplorasi jenis usaha apa saja yang bisa ditekuni sebenarnya cukup gampang. Modalnya hanyalah ATM, yakni Amati, Tirukan, dan Modifikasi.
1. Amati.
Yang perlu dilakukan hanyalah dengan melihat sekeliling Anda. Ada banyak bertebaran jenis usaha yang bisa Anda tekuni. Mulai dari yang sudah banyak digeluti oleh orang lain, maupun usaha-usaha yang menurut Anda masih jarang yang disentuh orang lain. Atau, dari pengamatan itu, barangkali Anda bisa menemukan sejumlah kebutuhan orang yang belum tersentuh sehingga bisa jadi ladang bisnis yang baru.
Ambil contoh, lihat kendaraan berseliweran di jalanan. Kalau Anda bisa utak-atik kendaraan, kenapa tidak coba buka usaha bengkel? Biar lebih spesifik layanannya, buat bengkel yang siap dipanggil kapan saja, kalau perlu 24 jam!
2. Tirukan.
Untuk menjalankan bisnis yang berhasil, coba tirukan bisnis yang ramai mendapat pelanggan di sekitar Anda. Misalnya Anda melihat pedagang bakso yang ramai. Coba, lihat apa yang membuatnya laris. Apakah lokasinya, rasanya, atau mungkin pelayanannya yang unik. Tirukan saja, apa kunci sukses yang membuatnya ramai.

Salah satu cara meniru yang sekarang sedang tren yaitu usaha dengan sistem waralaba. Pemilik usaha dengan sistem waralaba sebenarnya sudah merelakan usahanya di-copy paste oleh jaringan waralabanya, dan itu sah-sah saja, bahkan senang karena jaringan usahanya makin membesar. Karena itu, jangan segan jika bertemu dengan bisnis yang ramai, kalau mau ajaklah kerja sama, dengan begitu dalam meniru langkah suksesnya Anda bisa lebih pasti.
3. Modifikasi.
Kalau sudah menemukan jenis usaha yang akan dicontoh, jangan asal contek saja. Ubahlah berdasar kreativitas Anda. Misalnya biar makin ramai Anda gunakan cara yang unik, contoh bikin bakso yang kotak, atau bakso yang dibakar. Gunakan pula promosi yang unik. Misalnya beri kejutan gratis bayar untuk konsumen mangkuk ke-100, serta berbagai jenis promosi unik lainnya.
Bagaimana, sudah mulai mendapat gambaran? Yang penting, jika sudah menemukan jenis usaha yang ingin Anda geluti, segera take action! Lakukan dengan sepenuh hati dan terjuni dengan tekad kuat agar berhasil. Ingat. Peluang ada di mana-mana, tapi peluang baru benar-benar jadi uang kalau Anda mau mewujudkannya.

Salam dahsyat Funtastic
Moestafa
abunazihah@gmail.com

Senin, 04 Agustus 2008

YES 2008

Kamis 31 Juli 2008 adalah pertama kali saya mengikuti seminar beraroma bisnis di JDC Jakarta dalam acara YOUNG ENTREPREUNER START UP 2008 (yes 2008). Meskipun setiap hari saya melakukan kegiatan bisnis, acara tersebut benar-benar membius saya untuk lebih 'gila' lagi melakukan aktivitas bisnis masa depan. Eits..sori bukan masa depan, sekarang..ya sekarang. Karena tidak penting siapa anda kemarin atau dulu tapi anda adalah apa yang anda tentukan sekarang untuk masa depan.
pebisnis bukanlah karena bakat, keturunan atau takdir tetapi kemauan seseorang untuk mencapai kemauannya sendiri. begitu kurang lebih materi yang disampaikan Bung Fauzi Rachmanto http://fauzirachmanto.blogspot.com/, pebisnis asal bandung yang hidup dari keluarga pegawai negeri.
Bang jay (Zainal Abidin), sang provokator atau yang lebih pas lagi tukang ngacak-ngacak mental kita -terutama- karyawan untuk lebih mikir mengapa kita harus memiliki usaha sendiri. Dan dia juga yang memprovokasi bagi kaum pengangguran bahwa tidak ada alasan kita menganggur,malu sama monyet, monyet aja setengah jam dapet 15ribu lewat pertunjukkan topeng monyetnya.. sambil bang jay memutar video monyet yang lagi show.
Kami para peserta dibuatnya yakin, bahwa siapa yang mau menjadi pengusaha sukses pasti bisa hanya dengan modal tangan kosong (tanpa modal)karena Alloh memberikan kita anggota tubuh yang dapat bekerja sama untuk mewujudkan keinginan mimpi kita setinggi apapun mimpi kita yang secara konkret kita canagkan dimimpi kita.
terima kasih saya ucapkan untuk teman-teman baru yang ketemu di JDC pada acara YES 2008 semoga kita menjadi partner bisnis sekarang dan akan datang.
Salam Dahsyatn Fuuuntastic

Selasa, 03 Juni 2008

Nilai Sebuah Kepercayaan

Dikisahkan, ada seorang pemuda yang dulunya hanya seorang office boy di sebuah perusahaan Jepang, tetapi sekarang ia telah berhasil menjadi seorang pengusaha sukses di bidang jasa. Saat ditanya, bagaimana itu bisa terjadi, si pengusaha bercerita sambil bernostalgia. "Sebenarnya, pendidikan saya hanya SMP saja, itupun lulusan dari kampung. Saat diterima kerja sebagai pesuruh di kota besar ini, saya sangat senang sekali. Kata teman-teman di kantor, saya selalu bersemangat, murah senyum, dan siap membantu siapa saja yang memerlukannya. Bahkan bekerja lembur dan tidur di kantor pun, saya jalani dengan senang. Tugas, yang pada mulanya hanya sebatas pesuruh, mengantar ini mengantar itu, menyediakan minuman, menyusun file-file, suatu hari meningkat menjadi pembantu adiministrasi saat ada anak kantor yang mengalami musibah dan tidak dapat menyelesaikan tugasnya, saya belajar mati-matian menggunakan komputer untuk membantunya mengetik. Bos saya orang Jepang. Dan saya lah yang paling sering berada di ruangan bos, membantu dan menemaninya bekerja hingga malam hari. Perintah-perintah bos diucapkan dalam bahasa Jepang. Pada awalnya saya tidak mengerti sama sekali. Dan, dari sanalah saya terpacu untuk belajar berbahasa Jepang. Karyawan dari Jepang yang bekerja di situ, sangat menghargai siapapun yang mau belajar bahasa mereka. Setiap hari, mereka mengajari sambil mentertawakan kebodohan saya jika salah dalam berucap kata. Oleh-oleh yang dibawa dari Jepang adalah buku-buku berbahasa Jepang yang saya minta. Kira-kira empat tahun kemudian, tugas saya pun mengalami perubahan. Walaupun Tetap membantu serabutan, tetapi naik kelas menjadi asisten administrasi penghubung. Setiap ada tamu dari negeri sakura datang, saya yang menemani mereka menjadi penterjemah. Lama-kelamaan, saya dipercayai mengurus banyak hal, menghadap pejabat, menyampaikan pesan-pesan penting antar departemen dan sebagainya. Sekian tahun kemudian, atas persetujuan dan bantuan Bos dan kepercayaan yang telah terbentuk selama ini, saya meminta izin untuk mengundurkan dan memulai usaha sendiri di bidang jasa, yakni mengurus berbagai perijinan hingga rekruting karyawan, khususnya untuk perusahaan Jepang yang hendak berinvestasi di Indonesia. Bisnis saya bisa berkembang pesat seperti sekarang ini, tentu saja saya bersyukur atas semua ini, dan tetap belajar segala sesuatu agar bisnis saya terus berkembang dan berkembang. Pembaca yang budiman, Sebuah contoh proses perjuangan dari seorang karyawan yang biasa-biasa saja, sampai akhirnya bisa membangun usahanya sendiri dan sukses, namun semua itu tidak dia bangun dengan cara yang instan. Semasa masih menjadi karyawan, dia mau bekerja keras, jujur, dapat dipercaya, penuh tanggung jawab, dan mau belajar sesuatu yang baru serta pandai menempatkan diri sehingga kualitas karakternya yang positif itulah yang merubah nasibnya. Sama halnya jika kita ingin berhasil. Mari kita mulai dari dimana kita berada saat ini. Belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh, mampu menjaga sekecil apapun kepercayaan yang diberikan. Begitu integritas kita terbangun, maka apapun yang kita tekuni, lambat atau cepat pasti akan mendapat tempat dan pasti kesuksesan demi kesuksesan akan segera datang menyusul

Jumat, 18 April 2008

Action is Power

artinya perjalanan seribu mil dimulai dengan langkah pertama. Pesan moral dari kata kata mutiara pendek ini adalah tindakan. Memang benar tindakan adalah kekuatan! Action is power!
Kita mungkin punya sebongkah impian indah, segudang rencana, setumpuk ide cemerlang, tetapi semua itu tidak akan menghasilkan apapun, jika kita tidak berani memulai dengan langkah pertama.

Hal ini mengingatkan saya pada ciri-ciri manusia yang menurut saya ada empat tipe tentang teori dan praktek.
Tipe pertama, yaitu orang yang tidak punya teori sekaligus tidak praktek. Orang seperti ini tidak memiliki semangat dan tidak mau belajar. Kehidupannya tanpa tujuan, tanpa gairah. Hidup hanya dijalani ala kadarnya. Inilah pilihan orangâ€"orang gagal. Mungkin tipe ini menjadi bagian terbesar dari sebuah masyarakat yang tertinggal.
Tipe kedua, orang yang punya teori tetapi tidak praktek. Inilah tipe orang yang senang mengumpulkan serta menyerap berbagai macam teori. Namun sayang, segudang teori yang dimilikinya, tidak mampu dipraktekan dengan tindakan nyata. Jadi, yang ada hanya teori kosong alias NATO, No Action Theori Only!
Tipe ketiga, yaitu orang yang tidak punya teori tetapi mampu praktek. Mampu menjalankan seperti yang diteorikan orang lain. Inilah tipe orang yang berorientasi pada tindakan, mau belajar dari pengalaman, teori, maupun kebijaksanaan orang lain. Tipe orang ketiga ini mungkin pada awal melangkah akan mengalami berbagai macam gangguan, kesulitan, bahkan kegagalan. Namun dia menyadari semua itu harus dihadapi sebagai pembelajaran dan pematangan mental. Di sinilah letak para otodidak sejati yang belajar melalui keberanian tindakan.
Tipe keempat, orang yang punya teori sekaligus mampu memprakteknya. Sudah pasti tipe ini adalah orang yang mantap dan matang mentalnya, karena tertempa oleh banyaknya problem kehidupan yang mampu dikendalikan dan diatasi. Inilah tipe orang sukses yang paling ideal. Tipe orang yang optimis, punya visi, sekaligus berani melangkah.
Ingin menjadi type yang manakah Anda? Semua pilihan tergantung di tangan Anda. Life is not theory. Life is action! Hidup bukanlah teori. Hidup adalah aksi! Sing tung ciu she lik liang! Action is power! Tindakan adalah kekuatan !!!
Seribu langkah dimulai dengan langkah pertama.

Salam sukses luar biasa !!!

Kamis, 17 April 2008

Thibbun Nabawi Sebuah Solusi


Nikmat sehat merupakan suatu hal yang sepantasnya kita syukuri. Sebab, nikmat ini begitu mahal harganya. Tengok saja, tak keberatan mengeluarkan biaya yang besar demi mengupayakan kesembuhannya. Untuk mengusahakan kesembuhan, biasanya orang memilih pengobatan medis ( dokter atau rumah sakit).

Edisi Feb'08Namun, ketika biaya yang diperlukan untuk pengobatan medis semakin tinggi, padahal ada sarana pengobatan lain yang lebih murah dan secara empiris terbukti kemanjurannya, mulailah orang-orang melirik pengobatan alternatif ini.Tak terkecuali, pengobatan alternatif islami pun semakin diminati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kesembuhan itu terdapat pada tiga hal, yakni minum madu, bekam, dan dengan kay (sundutan api). Sesungguhnya aku melarang umatku dari kay.” (Shahihul Bukhari, ath-Thibb, juz 1, hal. 5680)
Sayangnya, begitu banyak pengobatan yang mengaku islami, namun bertentangan dengan kaidah-kaidah Islam dan bahkan menjerumuskan ke dalam dosa yang tak terampuni, syirik besar alias menyekutukan Allah ta’ala. untuk itu, nikah mengangkat masalah ini, sehingga diharapkan pembaca lebih tahu apa itu pengobatan islami (thibbun nabawi) maupun model-model pengobatan yang bukan merupakan pengobatan islami. Ada satu lagi pembahasan yang sudah pasti seharusnya tidak dilewatkan pembaca, kapankah boleh berobat dengan sesuatu yang haram. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sesungguhnya, Allah telah menciptakan obat untuk setiap penyakit, maka berobatlah kalian, tetapi jangan berobat dengan sesuatu yang diharamkan.” (Riwayat Abu Dawud)Nah, dalam “Fikih Keluarga”, pembaca dapat menemukan jawabannya.Dalam edisi ini, ada satu rubrik baru yang menggantikan rubrik “Sehat”, rubrik ini berisi tentang kaidah-kaidah umum jual-beli islami. Rubrik ini semoga bermanfaat bagi pembaca yang ingin memulai dagang atau yang sudah menjadi pedagang pada khususnya serta pembaca sekalian pada umumnya. Sebab, dalam keseharian kita, bisa dikatakan akan bersinggungan dengan yang namanya jual beli ini. Untuk itu, “Pilar Bisnis” kami hadirkan untuk Anda.Pembaca sekalian, sebagai penutup kami ingatkan bahwa kesembuhan itu milik Allah ta’ala semata, sehingga ketika berobat jangan lupa mengharap kesembuhan kepada-Nya semata. adapun obat hanyalah sarana saja, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Setiap penyakit ada obatnya, bila obat tersebut tepat mengenai penyakit, maka akan terwujud kesembuhan dengan izin Allah ta’ala.” (Riwayat Muslim)Ini juga dijelaskan dalam Al Quran, ketika Nabi Ibrahim mendakwahkan tauhid pada kaumnya, beliau berkata,“Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.” (asy-Syu’ara’)Semoga sajian kali ini bisa menambah wawasan sekaligus bekal amalan bagi pembaca sekalian serta dapat didakwahkan kepada saudara-saudara kita semua.

Jumat, 04 April 2008

PELATIHAN ALAMI TAHAN BANTING [ I ]

Ini adalah kisah nyata perjalanan hidupku..mudah-mudahan terbit dalam beberapa episode.
Waktu kecil, kira-kira SD kelas 3. Saya sering main sama temen-temen. Main sepak bola, petak umpet, mandi hujan dan sampai mandi di kobangan air empang yang kotor. Karena memang dari kecil saya hobi berenang. Ga boleh ngelihat air genang, main nyebur aja...hasilnya saya jadi lumayan pinter berenang dan Alhamdulillah saya juara lomba renang waktu ujian olah raga renang di SMP..he..he.
Sering kalo lagi main petak umpet atau lari2an ada panggilan lembut dari ibuku…”Muuuuss pulang..handuk datang”. Waah baru main sebentar sudah di suruh bantuin beresin handuk lagi..cape deeh..gerutuku. Bapak ku memang waktu itu berprofesi jadi seorang sales handuk nama. Produknya bagus-bagus dan pada waktu itu seingat saya kalo datang ke rumah sampai berkarung-karung handuk pesanan dari instansi pemerintah maupun swasta. Kalo tuh karungan sudah datang alamat ga bisa ke mana-mana deh, kalo nekat main juga..siap-siap aja digebukin ama babe..he..he…
Selesai diinspeksi dan dikemas rapi, para handuk dikelompokkan berdasarkan instansi dan dimasukkan tas ransel bagus (punya militer yang panjang dan kuat…ga tau dulu bapak dapat dari mana) siap-siap untuk delivery pakai armada scooter Vespa sprint tahun 1975. Ransel besar ditidurin susun 2 di jok belakang bapak biker-nya, saya dan kakak saya disempilin di tengah-tengah.

Ini dia bapakku di tempat barunya, Citra Indah, Cibubur.

Saat ini saya juga pakai vespa. Tapi nggak abis pikir kok bisa ya, 2 anak SD disempilin antara bapak dan ransel besar ??

Kirimya tidak tanggung-tanggung bo..ke Sukabumi, Bogor dan uhh ga tau ke mana tuh, yang saya ingat saya sering saling bangunin sama kakak karena kita kadang-kadang ketiduran di vespa..alhamdulillah tidah pernah terjadi insiden, padahal resikonya gede banget ya..baru sadar.
Tidak jarang, tidak segan-segan bapak nyamperin saya dan kakak yang lagi proses belajar di SD, minta ijin sama bu guru dengan berbagai alasan yang penting anaknya bisa diajak ‘nemenin‘ antar handuk ke customer…nggak disangka masih kecil udah digodok mental neh…
Pernah suatu hari bapak diomelin orang, pasalnya orang itu pesan handuk nama yang namanya perempuan. Udah sebulan lebih ga dibayar2, disamperin ceritanya sama bapak ke rumahnya, eh ternyata istrinya yang terima, pas di’interview’ ternyata nama wanita dihanduk itu WIL suaminya..habis deh bapak diomelin suaminya tapi istrinya mbelain dan langsung dibayar tuh hutang suaminya…rebut-ribut deh situ yang penting uang saya balik gumam bapakku…dasar lelakee.
Terus terang aku paling takut sama bapak, waktu itu kalo udah marah..hii sereem. Sampai-sampai aku gemetar nahan lapar, belum sempat aku bilang-karena memang segan & takut, bapak duluan bilang..”Kalo nganter barangnya sudah beres nanti kita baru makan yaa. Yang penting kerja dulu bara makan”.
Saya masih ingat, setelah kerjaan beres, saya diajak mampir ke restoran padang, kayaknya didaerah Bogor. Karena nggak ngerti menu, ditawarin dendeng ngangguk aja, Alhasil tuh dendeng ga ketelen, abis keras bener..mungkin gigiku masih muda dan imut-imut. Kalo di tawarin minumnya, saya milih es teller. Tau ga saya saat itu bisa ngabisin 2 mangkok es teller loh, maklum waktu bocah emang nge-fun banget sama es teller…meskipun meler-meler tetep es teller.
Itulah sedikit perjalan hidup saya yang masih saya ingat. Benar-benar saya diajarkan tahan banting sama ortu. Mungkin bapak saya nggak sadar, yang waktu itu dia rasakan mungkin enjoy aja ngajak anaknya plesiran sambil nganter dagangan.
Terima kasih bapakku, semoga jerih payahmu dicatat oleh Alloh sebagai amal baik…amiin.
Semoga terinspirasi


Moestafa.abadi@yahoo.com